Kisah sekali seumur hidup
Sontak perasaan saya berlari menyeret semua pelik, luka kisah masa lalu dan kisah yang berakhir sambil lalu.
Tampak sempurna, sulit dicela.
Hasilkan saya yang menutup rapat setiap sayat.
Saya sampaikan pesan sulit yang berarti sengit.
Saat saya temukan tempat yang tepat, mungkin tidak akan serumit ini.
Tumpukan kisah yang air matanya mengering sebelum sempat diseka.
Goresan yang terpaksa memulih sebelum dibalut.
Kisah yang hanya akan saya bagikan satu kali seumur hidup.
Pada akhirnya, jiwa saya tidak seutuh narasinya.
Beberapa malam berat dilalui.
Bukan rasa benci melaikan mengasihani.
Saya kira semua manusia utamakan rasa.
Namun, beberapa telah berputus asa bahkan sebelum dapat me-rasa.
Komentar
Posting Komentar