Kisah sekali seumur hidup

Sontak perasaan saya berlari menyeret semua pelik, luka kisah masa lalu dan kisah yang berakhir sambil lalu.

Seolah semua perasaan berlomba unjuk rasa bahwa mereka masih ada, mereka belum sirna, luka ini belum binasa.
Saya penuh asa sedari kecil.
Meski tak pecah, tidak berarti tak pernah terluka.
Bahkan tumpul pun dapat melukai.
Terlihat halus paripurna namun hancurkan setiap yang tertimpa.
Tampak sempurna, sulit dicela.
Hasilkan saya yang menutup rapat setiap sayat.

Saya sampaikan pesan sulit yang berarti sengit.
Saat saya temukan tempat yang tepat, mungkin tidak akan serumit ini.
Tumpukan kisah yang air matanya mengering sebelum sempat diseka.
Goresan yang terpaksa memulih sebelum dibalut.
Kisah yang hanya akan saya bagikan satu kali seumur hidup.

Pada akhirnya, jiwa saya tidak seutuh narasinya.
Beberapa malam berat dilalui.
Bukan rasa benci melaikan mengasihani.

Saya kira semua manusia utamakan rasa.
Namun, beberapa telah berputus asa bahkan sebelum dapat me-rasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Senang dapat kembali: 3 magic words.

Putri Kecil Papep

Sebatang kara